Dulu kita mengenal hijrah sebagai pindahnya Rasulullah dari Makkah ke Madinah, namun berbeda dengan hari ini dimana hijrah punya wajah baru. Wajahnya Gen Z dan Gen Alpha, mereka adalah anak-anak muda yang lahir udah pegang HP, tapi namun beruntung hatinya masih pengen pegang Al-Qur’an.
Mari kita kenali siapa mereka?
Gen Z itu kakak-kakak kelahiran 1997-2012 yang memiliki ciri khasnya melek digital, kritis, nggak suka digurui, tapi kalau udah jatuh cinta sama kebaikan, loyalnya luar biasa.
Adapun yang disebut istilah Gen Alpha, mereka adalah adik-adik kelahiran 2013 ke atas. Dari TK udah jago YouTube, otaknya cepat, bahasanya visual, belajarnya harus sambil gerak dan ngerasain.
Terus, Bagaimana Mereka Hijrah?
1. Dakwahnya Nggak Lagi Hanya di Mimbar
Gen Z bikin konten 30 detik di TikTok bahas tafsir. Gen Alpha ikut lomba nasyid pakai filter lucu. Mereka ngerti kalau mau didengar teman seumurannya, pesannya harus masuk lewat layar yang tiap hari mereka buka.
Hasilnya? Hadits jadi reels, kisah Nabi jadi animasi, adzan dikontenin dengan sinematik. Bukan main-main, tapi mengemas hikmah biar ringan diterima.
2. Ngajinya Kolaboratif, Bukan Satu Arah
Anak zaman sekarang nggak mau cuma duduk denger ceramah 1 jam. Mereka pengen diskusi. Pengen nanya “Ustadz, kalau aku suka K-Pop tapi tetap shalat, boleh nggak?”. Pengen diajak mikir, bukan dihakimi.
Di madrasah, Gen Z jadi mentor tahfidz buat Gen Alpha. Yang kecil ngajarin yang besar soal editing, yang besar ngajarin yang kecil soal tajwid, tukar ilmu dan tumbuh bareng.
3. Aksinya Nyata, Nggak Cuma Quotes
Hijrah mereka keliatan dari to-do list:
- Bikin gerakan “Sedekah Subuh” pakai QRIS
- Lomba desain poster digital tema 1 Muharram
- Kumpulin teman buat bersih-bersih masjid sambil live IG
- Buka kelas kaligrafi di Canva buat anak RW sebelah
Bagi mereka, saleh itu bukan cuma di sajadah. Tapi juga di kolom komentar, di cara mereka bermedia sosial, di keputusan mereka milih jajan yang halal.
4. Tantangannya Juga Khas
Godaan Gen Z & Alpha bukan patung berhala, tapi “FOMO” dan “scroll tak berujung”. Makanya hijrah mereka adalah hijrah dari distraksi ke fokus, dari validasi likes ke ridha Allah, dari sekadar viral ke memberi manfaat.
Jadi, tugas kita apa?
Orangtua, guru, takmir masjid jangan kaget kalau cara mereka belajar agama beda. Jangan langsung bilang “nggak sopan” cuma karena mereka nanya lewat DM. Kasih mereka panggung, kasih mereka peran. Karena Rasulullah dulu juga mempercayai pemuda Ali bin Abi Thalib masuk Islam umur 10 tahun kemudian Usmah bin Zaid jadi panglima perang di umur 18 tahun.
Tahun Baru Islam ini bukan cuma ganti angka di kalender, tapi ini momentum buat bilang ke Gen Z dan Gen Alpha, “Madrasah butuh kreativitasmu, Umat butuh energimu, Hijrah butuh versimu,". Karena Islam nggak pernah takut sama zaman. Justru Islamlah yang memimpin zaman, lewat tangan anak-anak muda yang hatinya muda, tapi imannya dewasa.
Sebagai salah satu pelopor atau pemersatu lintas generasi dari berbagai elemen, Taqiyya House Positive Vibes Only di Jl. Sawit BLK No.2, Sawah Gede, Kec. Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat 43212, hadir ditengah-tengah masyarakat Cianjur sebagai wadah silaturahmi, berbagi ilmu, kajian ringan, sering, hingga menghapal Qur'an dengan cara dan gaya gen z atau gen Alpha.








