Sabtu, 02 Mei 2026

Hijrah Gaya Gen Z & Gen Alpha: Nggak Ketinggalan Zaman, Tetap Dalam Iman


Dulu kita mengenal hijrah sebagai pindahnya Rasulullah dari Makkah ke Madinah, namun berbeda dengan hari ini dimana hijrah punya wajah baru. Wajahnya Gen Z dan Gen Alpha, mereka adalah anak-anak muda yang lahir udah pegang HP, tapi namun beruntung hatinya masih pengen pegang Al-Qur’an.

Mari kita kenali siapa mereka?

Gen Z itu kakak-kakak kelahiran 1997-2012 yang memiliki ciri khasnya melek digital, kritis, nggak suka digurui, tapi kalau udah jatuh cinta sama kebaikan, loyalnya luar biasa.  
Adapun yang disebut istilah Gen Alpha, mereka adalah adik-adik kelahiran 2013 ke atas. Dari TK udah jago YouTube, otaknya cepat, bahasanya visual, belajarnya harus sambil gerak dan ngerasain.

Terus, Bagaimana Mereka Hijrah?

1. Dakwahnya Nggak Lagi Hanya di Mimbar   
   Gen Z bikin konten 30 detik di TikTok bahas tafsir. Gen Alpha ikut lomba nasyid pakai filter lucu. Mereka ngerti kalau mau didengar teman seumurannya, pesannya harus masuk lewat layar yang tiap hari mereka buka.  
   Hasilnya? Hadits jadi reels, kisah Nabi jadi animasi, adzan dikontenin dengan sinematik. Bukan main-main, tapi mengemas hikmah biar ringan diterima.

2. Ngajinya Kolaboratif, Bukan Satu Arah  
   Anak zaman sekarang nggak mau cuma duduk denger ceramah 1 jam. Mereka pengen diskusi. Pengen nanya “Ustadz, kalau aku suka K-Pop tapi tetap shalat, boleh nggak?”. Pengen diajak mikir, bukan dihakimi.  
   Di madrasah, Gen Z jadi mentor tahfidz buat Gen Alpha. Yang kecil ngajarin yang besar soal editing, yang besar ngajarin yang kecil soal tajwid, tukar ilmu dan tumbuh bareng.

3. Aksinya Nyata, Nggak Cuma Quotes 
   Hijrah mereka keliatan dari to-do list:  
   - Bikin gerakan “Sedekah Subuh” pakai QRIS  
   - Lomba desain poster digital tema 1 Muharram  
   - Kumpulin teman buat bersih-bersih masjid sambil live IG  
   - Buka kelas kaligrafi di Canva buat anak RW sebelah  
   Bagi mereka, saleh itu bukan cuma di sajadah. Tapi juga di kolom komentar, di cara mereka bermedia sosial, di keputusan mereka milih jajan yang halal.

4. Tantangannya Juga Khas
   Godaan Gen Z & Alpha bukan patung berhala, tapi “FOMO” dan “scroll tak berujung”. Makanya hijrah mereka adalah hijrah dari distraksi ke fokus, dari validasi likes ke ridha Allah, dari sekadar viral ke memberi manfaat.

Jadi, tugas kita apa?

Orangtua, guru, takmir masjid jangan kaget kalau cara mereka belajar agama beda. Jangan langsung bilang “nggak sopan” cuma karena mereka nanya lewat DM. Kasih mereka panggung, kasih mereka peran. Karena Rasulullah dulu juga mempercayai pemuda Ali bin Abi Thalib masuk Islam umur 10 tahun kemudian Usmah bin Zaid jadi panglima perang di umur 18 tahun.

Tahun Baru Islam ini bukan cuma ganti angka di kalender, tapi ini momentum buat bilang ke Gen Z dan Gen Alpha, “Madrasah butuh kreativitasmu, Umat butuh energimu, Hijrah butuh versimu,". Karena Islam nggak pernah takut sama zaman. Justru Islamlah yang memimpin zaman, lewat tangan anak-anak muda yang hatinya muda, tapi imannya dewasa.

Sebagai salah satu pelopor atau pemersatu lintas generasi dari berbagai elemen, Taqiyya House Positive Vibes Only di Jl. Sawit BLK No.2, Sawah Gede, Kec. Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat 43212, hadir ditengah-tengah masyarakat Cianjur sebagai wadah silaturahmi, berbagi ilmu, kajian ringan, sering, hingga menghapal Qur'an dengan cara dan gaya gen z atau gen Alpha.

Rabu, 30 September 2020

Monitoring Penyaluran BLT Kemensos Desa Sukataris

Monitoring Penyaluran BLT Kemensos Desa Sukataris Kepada Penerima 147 PKM Oleh Babinsa,  Bhabinkantibmas Dan Bersama Kepala Desa Sukataris.

Teropong Cianjur|Karangtengah - Babinsa, Bhabinkantibmas bersama Kepala Desa Sukataris melakukan monitoring enyaluran BLT Kemensos yang diberikan kepada 147 KPM di aula Kantor Desa Ciherang Kecamatan Karangtengah Kabupaten Cianjur, Kamis (25/09) lalu.

Dalam pelaksanaan kegiatan monitoring penyaluran BLT Kemensos tersebut, pelaksana berkerjasama dengan kantor pos Indonesia sebagai petugas yang memberikan bantuan langsung tunai sebesar rupiah Rp. 300 rb.

Hadiri pada kegiaran itu Kepala Desa Sukataris, BPD, RT, RW, Bhabinkantibmas dan Babinsa.

Babinsa desa sukataris Serda Agus Purwoko menyatakan, pelaksanaan penyaluran dana BLT Kemensos kemarun, dilakukan dengan mematuhi Protokol Kesehatan Covid 19, seperti menerapkan 3 M.

"Mencuci tangan, menggunakan masker dan menjaga jarak. Hal itu dilakukan untuk pencegahan penyebaran virus covid-19," kata Agus.

Agus berharap, dengan adanya bantuan tersebut diharapkan bisa membantu masyarakat Desa Sukataris khususnya bagi KPM yang menerimanya.

"Mudah-mudahan dengan bantuan BLT Kemensos kepada masyarakat Desa Sukataris ini, bisa bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dalam situasi pandemi Covid 19 yang sedang berjalan sekarang ini," pungkasnya.

Editor  : SR
Laporan : Arif (kontributor)

Jumat, 18 September 2020

Webinar Sosialisasi Penanggulangan Sampah


Teropong Cianjur, - Belum lama ini Faster Universitas Surya Kancana (Unsur) mengadakan webinar sosialisasi penanggulangan sampah dengan tema 'Sulap Sampah Jadi Sumber Rupiah'.

Pelaksanaan kegiatan yang mendapatkan dukungan dari Kemen LHK RI ini berlangsung secara daring pada hari Minggu (16/09), mulai sejak pukul 10.00 WIB sampai denga 12.00 WIB.


Adapun yang menjadi pematerinya adalah Rizal Paris Dosen Fakultas Sains Terapan Unsur, Andy Kalpataru perintis lingkungan hidup dan Novrizal Tahar dari Kemntrian Lingkungan Hidup.

Saat ditemui diruang kerjanya di Fakultas Sains Terapan Unsur, Rizal Paris, menyampaikan, pada saat webinar kemarin adalah pembahasan seputar permasalahan-permasalahan yang disebabkan oleh adanya penumpukan sampah.

"Sampah bersumber dari meningkatnya jumlah penduduk sehingga semakin banyak sampah, kesadaran masyarakat yang kurang peka terhadap sampah yang berdampak pada kesehatan dan lingkungan. Nah, dampak sampah pada kesehatan dan lingkungan diketahui sampah sebagai tempat berkembangnya vektor penyakit seperti nyamuk, lalat dan tikus, tempat berkembang biaknya kuman penyakit dan pencemar lingkungan seperti air, tanah dan udara," kata Rizal Paris, Jum'at (18/09) sekira pukul 14.00 WIB.

Pengertian sampah menurut Rizal Paris, sampah merupakan sisa-sisa kegiatan sehari-hari manusia atau proses alam sendiri. Untuk sampah sendiri bisa berbentuk padat berupa zat organik atau dapat terurai dan unorganik yang bersifat tidak terurai serta dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang ke lingkungan.

"Jenis sampah mudah terurai adalah sampah yang dihasilkan dari bahan hayati yang dapat didegradasi oleh mikroba atau bersifat degradable, contohnya sampah rumah tangga atau sampah pasar tradisional seperti sisa-sisa makanan, sayuran, buah-buahan, ranting dan atau yang lainnya. Sementara sampah unorganik/tidak mudah terurai adalah sampah yang dihasilkan dari sampah non hayati, baik berupa sintetik maupun hasil teknologi pengolahan bahan tambang, seperti botol plastik, botol gelas, tas plastik, kaleng dan atau yang lainnya," jelasnya.

Selain daripada itu, Rizal juga menerangkan bahwa paradigma lama berawal dari manusia, pewadahan, pengumpulan dan pemindahan, pengangkutan hingga pembuangan akhir. Sementara paradigma konvensional pewadahan adalah pengumpulan, pemindahan, pengangkutan baru ke tempat pembuangan akhir. Dan Paradigma barunya dilakukan pemilihan sampah kemudian pemanfaatan sampah di rumah tangga, pengomposan, daur ulang kertas atau penggunaan kembali gelas/kaca dan pelastik. Lalu sisaannya dikumpulkan, diangkut ke TPA pemusnahannya sendiri bisa dimanfaatkan sebagai kompos, daur ulang kertas, penjualan pelastik kembali gelas dan pelastik.

Menyikapi hal itu Rizal memiliki tiga metode 3R, yaitu Reduce (mengurangi sampah), Reuse (pemanfaatan ulang) dan Recycle (daur ulang).

Reduce : mengurangi sampah dan menghemat pemakaian barang, misalnya saat belanja dikantin jika memungkinkan tidak memakai tas kresek atau ke pasar membawa tas sendiri untuk membawa belanjaan.

Reuse : Upaya untuk menggunakan kembali sampah kembali secara langsung, seperti menggunakan botol isi ulang, memanfaatkan balik kertas yang masih kosong, memanfaatkan kertas bekas untuk dijadikan amplop, memanfaatkan kaleng atau botol bekas sebagai pot bunga, dan memanfaatkan sisa makanan atau sayuran untuk makanan hewan ternak/ikan ataupun tanaman dibuat pupuk cair atau dipadatkan.

Recycle : Mendaur ulang barang yang bisa didaur, seperti mengolah sampah menjadi daur ulang atau kerajinan, mengolah bungkus bekas menjadi aneka kerajinan, mengolah gabus styrofoam menjadi batako atau pot bunga dan mengolah sampah organik menjadi pupuk (kompos, bokashi atau pupuk organik cair).

"Nah, sebagai solusinya agar sampah plastik tidak bertambah maka harus dilakukan peminimalisiran penggunaan sampah plastik, menggunakan tas yang bisa digunakan berkali-kali bawa dari rumah saat berbelanja, mengubahnya kembali ke dalam butiran plastik, mengganti bungkus makanan dengan bahan organik, kemudian didaur ulang atau dibuat kerajinan tangan, dan atau dilakukan pembakaran," terangnya.

Terakhir kata Rizal, adapun kendala yang mungkin dihadapi membutuhkan orang yang ahli dan kreatif, kurangnya peminat barang daur ulang dibanding barang biasa, kurangnya perhatian dari masyarakat dan pemerintah dan adanya pesaing/pedagang yang sama dan kalah menarik dengan produk yang sejenis.

"Kesimpulannya adalah dengan adanya pembuatan dan daur ulang limbah plastik, dapat mengasah kreativitas, menghasilkan tambahan rupiah, mcmberikan lapangan pekerjaan dan mengurangi angka pengangguran. Produk tersebut juga dapat menjadikan kerajinan tangan khas suatu daerah, apabila bisnis pembuatan barang dari limbah plastik sudah berkembang. Dan sepatutnya pemerintah melirik dengan memberikan penghargaan dan memberikan bantuan penghargaan dan bagi orang-orang yang membantu sedikitnya mengatasi permasalahan lingkungan," tandasnya.

Sementara itu yang kebetulan berada dilokasi kampus unsur H. Andy Kalpataru Sya'ban sebagai narasumber menambahkan, webinar sampah menjadi rupiah kemarin itu terselenggara berkat bantuan/dukungan dari Kemen LHK.

"Kemen LHK sudah sering membantu para perintis lingkungan. Nah, sebaiknya diltunjang oleh Kemen Industri dan Kemen Ekonomi Kreatif untuk disempurnakan produknya, selanjutnya dibina untuk dipasarkan oleh Kemen UMKM agar bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tambahnya.

Laporan : SR
Editor : SR

Kamis, 10 September 2020

Samabut HUT Polantas Ke-65 Kapolres Cianjur Gelar Gowes Sepeda santai


Teropong Cianjur - Dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara Polisi Lalulintas Ke-65, Anggota Sat lantas Polres Cianjur, menggelar gowes sepada santai  dengan rute Mapolres dan finis di alun-alun Cianjur. Jum’at (11/09/20)

Adapun kegiatan tersebut, selain Gowes Sepeda Santai Pembagian Masker pada masyarakat di beberapa titik diantaranya, bunderan Terminal Pasir Hayam (Pos 10 Cepu), Bunderan Hypermart dan Tugu Gentur (Pos Tmc 9 Cepu).

Kapolres Cianjur AKBP Mochamad Rifai menyampaikan kegiatan bagi-bagi masker ini sebagai bentuk kepedulian personil Satlantas kepada masyarakat yang belum patuh pada Inpres Nomor 6 Tahun 2020 tentang Peningkatan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Dalam Pencegahan dan Pengendalian Covid-19.


“Hal ini kita lakukan untuk bersama-sama mendukung upaya pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19”ujarnya 

Sementara itu ditempat yang sama kasat lantas Polres Cianjur menyampaikan bahwa kegiatan tersebut meruapakan rangkaian dalam rangka penyambut HUT lalulintas 

“Pembagian masker yang kita laksanakan ini dalam rangka menyambut HUT Polantas ke-65, juga sebagai bentuk kampanye agar masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan ketika berada di luar rumah,”pungkasnya.




Sumber : Paur Humas Polres Cianjur
Editor : AC

Senin, 07 September 2020

Polres Cianjur Gelar Pelatihan Dalmas Persiapan PAM Pilkada 2020



Teropong Cianjur - Guna meningkatkan kemampuan serta menjaga kekompakan dan kedisiplinan, Polres Cianjur kembali Gelar Pelatihan Dalmas dalam rangka persiapan pengamanan Pilkada serentak 2020.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Cianjur Kompol Hilman muslim dilaksanakan dihalaman makopolres cianjur, Senin (07/09/20)

Dalam arahan nya Hilman menyampaikan bahwa kegiatan tersebut guna meningkatkan kemampuan, keterampilan serta kesiapsiagaan dalam mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dalam rangka rangkaian pengamanan Pilkada Kabupaten Cianjur tahun 2020.

“kegiatan ini untuk meningkatkan kembali kemampuan anggota baik yang dipolres maupun yang ada di polsek-polsek hal tersebut guna Mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dalam rangka pengamanan Pilkada”ujarnya 

Pelatihan pengendalian massa dimulai dari latihan dalmas awal yaitu tanpa menggunakan peralatan, sampai penggunaan peralatan seperti helm, tongkat serta tameng dan alat lainnya.

“Dengan pelatihan ini diharapkan seluruh personel paham dan mengetahui tahapan dalam pengendalian masa serta mampu menerapkannya dilapangan,” Tutupnya.



Sumber: (Paur Humas Polres Cianjur
Editor : AC

Sabtu, 08 Agustus 2020

Tuntut Galian C Ditutup Warga Gruduk Kantor Desa


Teropong Cianjur, Cilaku - Kesal dengan adanya galian C yang tak memiliki ijin, puluhan warga Kampung Pasir Suren, gruduk kantor Desa Mulyasari, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jum'at (07/08) kemarin.

Hal itu mereka lakukan lantaran sudah merasa dikecewakan oleh pemerintah desanya sendiri.


Ya, bagaimana tidak, tak memiliki ijin warga tapi galian tersebut sudah beroperasi/menambang pasir dan itu sudah jelas merugikan banyak warga.

"Kami kecewa di modus - di modus terus oleh pemerintah desa, kades wajib bebas dari interpensi suami, segel galain pasir dan bekonya, " massa berteriak-teriak saat melakukan aksi pada hari Jum'at (07/08) kemarin.

Terpantau dilokasi unjuk rasa kemarin siang, massa terlihat semakin kesal lantaran Kepala Desa Mulyasari tidak berada ditempat.

Guna menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan, pihak Kepolisian Sektor Cilaku pun segera datang ke lokasi aksi tersebut.

Untuk meredam kekesalan massa, pihak kepolisian berusaha menengahinya, karena menurutnya semua permasalahan bisa diselesaikan secara musyawarah.

"Setelah kami (pihak kepolisian) datang ke TKP berusaha meredam kekesalan massa, semua bisa teratasi dengan cara musyawarah/audien bersama," kata Kanit Binmas Polsek Cilaku menyampaikan melalui pesan whatsappnya, Sabtu (08/08) pagi.

Ia pun menyampaikan, bahwa massa membubarkan diri dengan permintaan saat auden sebagai berikut, "sekurangnya selama tiga hari alat berat (beko) harus dipulangkan galian harus kosong, artinya jangan sampai masih ada di Desa Mulyasari. Kemudian harus diadakan kembali audensi antara perwakilan yang dihadirkan yaitu Ketua BPD, Pak H Dadang juga Ibu Kades surat menyusul," terangnya.

Sementara saat dihubungi via telepon sellular, sekretaris Desa Mulyasari, Yayah membenarkan, bahwa massa membubarkan diri sekira pukul 10.00 WIB, setelah menyepakati hasil auden bersama antara pihak desa dan masyarakat yang diketahui pihak kepolisian.

"Untuk massa sendiri tidak diketahui berapa jumlahnya, namun jika dilihat dari kerumunannya ada kurang lebih 50 orang. Dan mereka pun membubarkan diri setelah menyepakati kesepakatan bersama," katanya.

Yayah melanjutkan, beruntung aksi tersebut tidak berlangsung lama, dari sekira pukul 09.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB aksi massa tersebut sudah selesai.

"Terimakasih kepada pihak kepolisian sektor Cilaku khususnya yang sudah menengahi adanya aksi massa tersebut, mudah-mudahan bisa segera ada jalan keluarnya," ungkap dan harapnya.

Laporan : SR
Editor : SR

PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur Mengutuk Perbuatan Pelemparan Bom Molotov

Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur Dilempari Bom Molotov


Teropong Cianjur, Kota - Terkait dengan pelemparan Bom Molotov ke kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianiur, jalan Abdulah bin Nuh Kav 18 Desa Nagrak Kecamatan Cianjur, yang terladi pada sekitar pukul 02.04 WIB hari Jum'at, tanggal 7 Agustus 2020, maka dengan ini kami sampaikan kronologi sebagai berikut :

Bahwa, peristiwa pelemparan bom Molotov terjadi sekitar pukul 02.04 WIB hari Jum'at Tanggal 7 Agustus 2020.

Bahwa, Didin Saripudin selaku staff Umum Kesekretariatan DPC PDI sedang terjaga di dalam kantor Sekretariat, mendengar bunyi ledakan, kemudian berlari keluar ruangan menuju ke area bawah untuk membangunkan Saudara Erlan (Staff Kesekretariatan) agar dapat bersama-sama melihat sumber bunyi ledakan.

Bahwa, kemudian kedua staff Kesekretariatan tersebut menuju kearah depan Kantor DPC PDI Perjuangan dan sudah terlihat kobaran api di sekitar pintu masuk kantor. Api dengan sendirinya padam tanpa dilakukan penyiraman. Terlihat disekitar lokasi pecahan botol dan terdapat satu kursi merk Chitos yang hangus terbakar. 

Bahwa, kemudian Saudara Erlan menghubungi Polisi dan beberapa pengurus DPC. Setelah berdatangan menuju TKP, baik pihak kepolisian serta beberapa pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur, dilakukan pengecekan bersama terhadap TKP dan CCTV yang dimiliki DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur.

Terlihat dalam CCTV seseorang melemparkan Bom Molotov melalui samping kanan jalan Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Cianjur. 

Atas dasar itu Ketua DPC PDI Perjuangan kabupaten Cianjur Susilawati SH., MKP., mengatakan kami pengurus DPC PDIP Cianjur menyampaikan pernyataan sebagai berikut : 

Pertama, kami mengutuk perbuatan tersebut karena selain kriminal juga cara yang tidak beradab dan tidak demokratis. Kekerasan apapun bentuknya adalah titik rendah dalam keadaban politik, anti Kemanusiaan dan tidak sesuai dengan Budaya Cianjur yang ramah, sopan dan berakhlakul karimah. 

Kedua, kami menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan secara profesional, mandiri sesuai dengan prinsip due process of law dan segera dapat menemukan pelakunya dan menyeret ke meja hijau. (Sumber Press Release PDI Perjuangan Kab Cianjur).

Laporan : SR
Edotor : SR

Hijrah Gaya Gen Z & Gen Alpha: Nggak Ketinggalan Zaman, Tetap Dalam Iman

Dulu kita mengenal hijrah sebagai pindahnya Rasulullah dari Makkah ke Madinah, namun berbeda dengan hari ini dimana hijrah punya...