Minggu, 22 Desember 2019

Jajaran Polsek Cugenang Datangi Korban Kebakaran


Teropong Cianjur, Cugenang -  Si jago merah, kembali mengamuk di salah satu rumah milik warga di Kecamatan Cugenang.

Kali ini, Minggu (22/12), si jago merah mengamuk di Kampung Sukawarna No. 3 RT.03/09 Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Cianjur.

Pantauan dilokasi kejadian, api pertama kali diketahui saksi bernama Imas (tetangga korban), sekira pukul 10.40 WIB, di rumah semi permanen berukuran 6 x 10 meter yang ditempati oleh dua keluarga, yakni keluarga Dedi (33) yang berprofesi sebagai pedagang, dan  Iim (50) wiraswasta.

"Api pertama kali terlihat dari atap rumah Dedi, kemudian saya berteriak minta pertolongan ke warga," katanya.

Petugas Kepolisian Sektor Cugenang yang mendatangi lokasi kejadian pun membenarkan, bahwa ibu Imaslah (tetangga korban), yang pertama kali melihat adanya api di atap rumah Dedi.

"Melihat api terus membesar, Imas pun berteriak meminta pertolongan warga," kata petugas Kepolisian.

Lanjutnya, menyikapi hal trsebut, secara spontanitas warga mendatangi lokasi kebakaran dan berusaha memadamkan api dengan menggunakan alat seadanya, mengingat TKP jauh daru sumber air.

"Api dapat dipadamkan sekira pukul 11.20 WIB. Tak lama kemudian, datanglah Tim Pemadam Kebakaran dan langsung memadamkan sisa-sisa api," tandasnya.

Dugaan sementara api berasal dari arus pendek kabel listrik, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun  1 (satu) unit rumah berikut isinya hangus terbakar.

Akibat kejadian itu, pemilik rumah diperkirakan mengalami total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp. 250.000.000,-.

Anggota Kepolisian yang mendatangi TKP Kapolsek Cugenang AKP Hj. L. Woro Wuryani, SH, Bawas Aiptu Agus Sutisna, Ka SPK Aipda Aang Kurniawan sep, Pinit II Reskrim Aiptu Subiyanro, Piket Reskrim Bripka Anas. N dan Piket Bhabinkamtibmas Bropka Agus Sulaeman.

Adapun upaya yang dilakukan, bersama sama dengan warga setempat melakukan  pemadaman api, mencari sumber api dan mencatat saksi-saksi kemudian melaporkan kepada Wakapolres Cianjur, Kabag Ops Polres Cianjur, dan Kasat Intekam Polres Cianjur.

Editor : SR.
Laporan : SR.

Pohon Mahoni Tumbang Saat Hujan Disertai Angin Kencang


Teropong Cianjur, Cugenang - Dua pohon mahoni berukuran besar di Jalan Raya Cugenang Kampung Cibeureum, Desa Cibeureum, Cugenang, Cianjur, tumbang, Sabtu (21/12).

Pohon tersebut tumbang pada saat turun hujan yang sangat deras disertai angin kencang. Pohon tumbang melintang ke badan jalan, dan kemacetan pun tak dapat terelakan.

Pantauan dilokasi kejadian, pohon tumbang mengenai kabel, menimpa satu unit mobil Grand Max No Pol F 1595 OH, yang dikemudikan saudara Jamalulail (45), warga Jalan Bhayangkara Gg. Gelatik 2 RT.03/11 Gunung Puyuh Sukabumi, membawa penumpang bernama Santi Resmawati (40).

KAPOLSEK Cugenang AKP Hj. L. WORO WURYANI, SH. melalui Paur Humas Polres Cianjur Ipda Budi Setiayuda meyampaikan, untuk jalur dari arah Cianjur menuju Cipanas, begitupun sebaliknya mengalami kemacetan. 

"Dari kedua arah baik Cianjur menuju Cipanas atau sebaliknya jalan mengalami kemacetan panjang," katanya.

Upaya yang dilakukan, anggota Polsek Cugenang dan TNI Koramil 05/Cugenang, segera melakukan pengaturan lalulintas dengan cara buka tutup jalur.

"Sampai saat ini, pohon Mahoni yang menimpa mobil Grand Max, sedang di evakuasi oleh petugas dan masyarakat," pungkasnya.

Editor : SR.
Laporan : SR.

Jumat, 20 Desember 2019

Kakek Paruh Baya Meninggal Di Saung Kebun Jagung



Teropong Cianjur, Kota - Seorang penggarap lahan diketemukan tak bernyawa di kapling BLK (belakang Indomart) RT. 01/08 Kelurahan Sawahgede, cianjur, Jum'at (20/12).

Diketahui sosok mayat tersebut bernama Kholid Als Ojoy (64) warga Gg. 3 RT. 02/05 Kelurahan. Sawahgede, Cianjur. Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh saksi 1 Sukma Gandi (48), warga Kampung Gombong RT. 01/08 Desa Limbangansari, Cianjur.

Salah seorang saksi lainnya Fatimah menerangkan, saung bah Ojoy tertutup diikat seutas tali, kemudian saya menyuruh Gandi, setelah dilihat bersama satu saksi lainnya, menemukan bah Ojoy sudah meninggal dunia.

"Biasanya abah ojoy suka sama saya, kalau minta makan, minum, atau kopi. Mulanya saya heran tumben bah ojoy gak  pergi mandi sama gak shalat Jum'at,  karena penasaran saya menyuruh Gandi (saksi 1), untuk melihatnya, tahu-tahunya bah ojoy sudah meninggal," kata Fatimah.

Menurut keterangan yang disampaikan Paur Subbag Humas Polres Cianjur IPDA Budi Setiayuda mengatakan, korban meninggal diduga sakit.

"Setelah menerima laporan, pihak Kepolisian melakukan pemeriksaan luar dan tidak terdapat bekas luka lebam atau pun goresan," terangnya.

Lanjut Paur Subbag Humas Polres Cianjur, pihak keluarga korban menerima hal tersebut sebagai musibah.

"Karena ini adalah musibah, pihak keluarganya, menolak untuk dilakukan otopsi. Mayat Kholid Als Ojoy (64)  pun langsung di bawa ke rumah duka," tukasnya.

Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Ramdany menegaskan, "ini tidak ada indikasi pembunuhan, karena tidak ditemukan adanya luka lebam, benturan benda tajam, tapi kami juga masih  alan melakukan penyelidikan. Kendati demikian, pihak keluarga menerima ini sebagai musibah, namun tetap kami harus membuat berita acara, prihal surat pernyataan. Apakah pihak keluarga menerima dilakukan otopsi atau tidak," paparnya.

Editor : SR.
Laporan : SR.

Kenal Pamit Polsek Cugenang Dihadiri OPD Kecamatan Cugenang


Kompol Iwan Mustawan SH (kiri), AKP Woro Wuryani SH.

Teropong Cianjur, Cugenang - Bertempat di parkiran Mapolsek Cugenang Kampung Cijedil, Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Cianjur telah berlangsung kegiatan kenal Pamit Kapolsek Cugenang, dari Kompol Iwan Mustawan, S.H., kepada AKP HJ. Woro Wuryani, S.H, Jum'at (20/12).

Hadir pada kegiatan tersebut Camat Cugenang, Danramil 05/Cugenang, para Kepala OPD Cugenang dan tokoh masyarakat, estimasi yang hadir diperkirakan mencapai 100 orang.

Kapolsek lama Cugenang Kompol Iwan Mustawan SH, menyampaikan, mutasi dan promosi jabatan di kepolisian itu sudah biasa dilaksanakan.
 
"Perlu diketahui, saya menjabat sebagai Kapolsek Cugenang selama 4 tahun 1 bulan. Alhamdulillah masyarakat dcugenang hingga saat ini masih berantusias untuk membantu tugas kepolisian sehingga di wilkum Polsek Cugenang, masih dalma situasi aman dan kondusif

Lanjut Kapolsek lama, ia memohon maaf atas nama pribadi atau kedinasan, apabila adanya kesalahan yang pernah dilakukan baik disengaja maupun tak disengaja.

"Mohon do'anya, saya kan orang lapangan sementara harus ditempatkan sebagai Kabag Ren Polres Cianjur, jadi harus banyak belajar dari nol. istilahnya masih bayi jadi harus belajar dari nol lagi, baru belajar merangkak kan gak bisa langsung berlari. Saya gak ngerti apa apa jadi ya harus banyak belajar," ungkapnya.

Saya berpesan kepada seluruh masyarakat Cugenang, "agar mendukung setiap kegiatan Kapolsek Cugenang yang baru, agar terwujudnya Cugenang aman dan kondusif, tingakatkan menjadi prestasi yang bagus untuk Polsek Cugenang," pungkasnya.

Sementara saat ditemui awak media, AKP HJ. Woro Wuryani, S.H, menyampaikan, sebagai anggota kepolisian kan harus siap dipindah tugaskan.

"Hal seperti ini, kan memang sudah biasa dilakukan, jadi buat saya dan mungkin yang lain pun harus siap ketika mendapat perintah seperti ini," kata Kapolsek baru Cugenang.

Lanjutnya, sebagai Kapolsek Cugenang yang baru, saya juga (Kepolisian) tidak mungkin bekerja sendiri, jadi mohon dukungannya dari semua element masyarakat, mulai dari OPD Cugenang, para tokoh, pemuda dan masyarakatnya lainnya.

"Untuk mencapai atau mewujudkan Cugenang lebih kondusif dan aman, saya mohon doa restunya dari semua elemen masyarakat, semoga amanah yang diberikan kepada saya bisa berjalan tanpa adanya kendala apapun, pinginnya ya begitu," pinta HJ. Woro Wuryani.

Disinggung mengenai program sebagai Kapolsek Cugenang yang baru, AKP HJ. Woro Wuryani, S.H, mengatakan, "akan melanjutkan tiga pilar Kepolisaian di wilayah Cugenang, supaya lebih dimaksimalkan lagi dengan harapan Cugenang lebih kondusif, aman dan sejahtera," tandasnya.

Masih dikegiatan yang sama, Camat Cugenang Komariah SIP., MAP menyampaikan, dengan mutasinya Kapolsek Cugenang ke Polres Cianjur adalah Dinamika pekerjaan yang harus kita laksanakan dan dipertanggung jawabkan. Saya ucapkan Selamat datang Kapolsek baru dicugenang mari kita bersama-sama melaksanakan tugas.

"Kami membutuhkan dukungan dari semua element, mudah-mudahan kedepan Kecamatan Cugenang menjadi icon Kecamatan termaju di Kabupaten Cianjur," ungkapnya. 

Terakhir Danramil Cugenang KAPTEN Arm Sulur mengatakan, dirinya baru satu tahun bertugas di Cugenang, dan banyak mendapat ilmu yang bagus dari bapak Kapolsek Kompol Iwan Mustawan SH.

"Tetaplah menjalin komunikasi jangan lepas persaudaraan. Alhamdulillah program kita, masalah sampah ditindak lanjuti oleh pimpinan atas ini berkat kebersamaan kita dalam menjalankan tugas," kata KAPTEN Arm Sulur.

Lanjutnya, semoga sinergitas TNI-Polri terus  dipertahankan, dan saya mohon kepada para kepala desa. "Untuk ronda malam  ditingkatkan lagi, karena saat ini sudah berkurang, jadi marilah kita tingkatkan kembali demi keamanan lingkungan," pesan punkasnya.

Acara dilanjutkan dengan pemberian cendera nata kepada Kapolsek Lama oleh Kapolsek Cugenang, Danramil dan perwakilan Kepala Desa.

Editor : SR.
Laporan : SR.

Kamis, 19 Desember 2019

Dispendukcapil Cianjur Terus Siasati Maraknya Percaloan


Plt Dispendukcapil Cianjur Popon Ajizah S.E M.Ap

Teropong Cianjur, Karangtengah - Tingginya pemohon e-ktp di Dispendukcapil Kabupten Cianjur, membuat dinas tersebut dillema. Pasalnya 4000 Blanko yang diturunkan bulan November lalu tidak mencukupi.

Menurut informasi, keberadaan Blanko e-ktp tersebut, lebih di prioritaskan untuk PRR atau yang belum pernah membuat e-ktp/pemula. Adapun pencetakan e-ktp akan diberikan kepada pemohon yang sifatnya emergency.

Menyikapi hal itu, Lembaga KPK Cianjur, mendatangi Dispendukcapil Kabupaten Cianjur, mempertanyakan kebijakan pelayanan publik yang diberikan oleh dinas tersebut.

"Ketika berbicara pelayanan publik, bukan cuma dinas kependudukan saja, tetapi dinas-dinas yang lain pun sama, harus maksimal dalam melayani masyarakat, perlu di garis bawahi 'makan-kentut mereka itu dari uang rakyat. Kami sebagai masyarakat, tidak butuh mereka-mereka, tapi yang kami butuhkan adalah fungsinya dalam melayani masyarakat," kata wakil ketua L-KPK Hendra Akbar saat audien, Kamis (19/12) kemarin.

Lanjutnya, Alhamdulillah setelah dibahas tadi bersama disduk dengan kami, semua permasalahan mengenai pelayanan publik di Dispendukcapil Cianjur clear.

"Saya mohon maaf, apabila kata-kata saya yang kurang enak, karena manusia tempatnya salah dan dosa ya," ujar Hendra dibalik topi khasnya itu.

Sementara Plt.Kepala Dispendukcapil Cianjur, Popon Ajizah menyampaikan, kedatangan L-KPK tadi mempertanyakan no antrian, dikatakannya pada hari kemarin ada yang sudah mengikuti prosedur memakai no antrian, tapi koq tidak dicetak.

"Menjawab hal itu yang kami prioritaskan kan PRR, sesuai dengan surat edaran pak dirjen no 471.13/6153/Dukcapil," kata Plt Dispendukcapil Cianjur.

Disinggung mengenai pengecualian atau kebijakan lain untuk pemohon yang sifatnya urgen, Popon menjawab, "mengenai hal itu, tentunya ada kebijakan khusus itupun harus yang betul-betul emergency/urgen.

Menyikapi masalah percaloan yang marak di Dispendukcapiln, Popon mengatakan, mulai dilingkup internal Dispendukcapil, bahwa untuk pencetakan e-ktp, harus berdasarkan no antrian berlaku untuk siapapun.

"Tujuan kami adalah untuk meminimalisir peluang-peluang bagi calo jadi seperti itu upaya yang kita lakukan," terangnya.

Terus mengenai Blanko yang 4000 itu masih ada dan bisa di gunakan sampai akhir Desember ini, kalaupun masih ada sisa itu masih bisa.

"Mudah-mudahan 2020 nanti, kita bisa mendapat Blanko untuk memenuhi kebutuhan masyarakat baik PRR, hilang maupun rusak. Saat ini untuk PRR sendiri yang belum mendapat e-ktp berjumlah 15000 sekian, sementara dari jumlah 4000 blanko yang diturunkan bulan November 2019 kemarin itu, baru mencapai 75 sampai 80 persenanlah," ujar dan harapnya.

Terakhir, kami berkeinginan pembuatan administrasi kependudukan itu gratis tidak ada pungutan. Nah dengan seperti ini, berarti kita mempersempit peluang, meskipun sekarang juga masih ada calo-calo yang mensiasati dengan cara lain, seperti menyuruh siapa ja untuk ikut antri, kami kan g tau.

"Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat bisa melihat di internernet. Saya menghimbau, karena kami sudah mempunyai standar pelayanan ada 6 jenis pelayanan pendaftaran penduduk dan 10 pelayanan pencatatan sipil, itu sudah jelas standar pelayan, jadi tolong dong masyarakat kalau mau mengurus adminduk datang langsung, jangan suruh siapa-siapa 'calo'," pungkasnya.

Editor : SR.
Laporan : DN/SR.

Rabu, 18 Desember 2019


Teropong Cianjur, Kota - Belum lama ini Plt Bupati Cianjur, Kodim 0608/CJR dan Yayasan Harapan Sehat meresmikan Rutilahu sang maestro Kacapi ki Dadan, yang beralamat di Gg. Amalia Rubini Kelurahan Sayang, Cianjur, lebih tepatnya pada Senin (16/13) kemarin.

Aki Dadan yang merupakan sang maestro Kacapi asal Cianjur Jawa Barat, mengucapkan banyak terima kasih kepada Plt Bupati Cianjur, Dandim 0608/CJR, Yayasan Harapan Sehat dan semua pihak yang terlibat dalam pembangunan rutilahu miliknya.

"Sebagai ungkapan rasa syukur, aki mengucapkan banyak terima kasih atas telah dibangunnya rumah aki yang sudah tua," kata aki Dadan, Kamis (18/13).

Lanjut ki Dadan, karena memang ini salah satu tugas pemerintah, yaitu mensejahterakan masyarakat, aki sangat mengapresiasi sekali atas berlangsungnya program ini di Kabupaten Cianjur.

"Ya, ini kan program pemerintah untuk masyarakat jadi harus dilaksanakan, karena program seperti ini sudah ada anggarannya," ungkap ki Dadan.

Sambung ki Dadan, mungkin ini adalah inisiatif bapak H. Herman Suherman kepada aki sebagai salah satu sosok seniman asal Cianjur yang sudah melestarikan seni budaya Sunda.

"Menyikapi hal tersebut aki berharap kepada siapapun, jangan beranggapan bahwa rumah aki dadan dibangun dalam rangka kampanye politik, melainkan memang penganugerahan untuk seniman tradisi Cianjur, yang berperanserta melestarilan, mengembangkan, mewariskan budaya kesundaan di Cianjur, agar seni tradisi cianjur tetap langgeng," ujar ki Dadan.

Disinggung mengenai berapa nominal yang turunkan untuk pembangunan rutilahu tersebut, ki Dadan mengaku tidak mengetahui jumlahnya berapa, yang jelas ki Dadan menyampaikan bahwa pembangunan rumah itu belum selesai sepenuhnya.

"Kalau total anggarannya aki tidak tahu berapa, ini juga baru 80-90 persenanlah, karena belum selesai semuanya, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini Plt Bupati Cianjur beserta pihak lainnya, akan segera menyelesaikan pembangunan rumah aki ini," pungkasnya.

Pasutri Lansia Tinggal Di Rutilahu



Teropong Cianjur, Cikadu - Pasutri Halimi (64) dan Mariah (60) warga Kampung Koleberes RT 01/09, Desa Cikadu, Kecamatan Cikadu, Kabupaten Ciajur, tinggal di rumah tidak layak huni.

Rumah panggung ukuran 4x6 meter itu, nyaris ambruk, terutama di bagian dinding dan atap, serta tidak memiliki MCK.

Ketua RT 01, Nyanjang memaparkan, rumah tersebut memang sempat dibangun oleh warga, dengan bahan seadanya, itu pun pemberian dari warga sekitar.

"Rumah yang dikelilingi seng berkarat, karung, dan bilik yang sudah lapuk itu, sudah dibangun dengan swadaya warga, mulai dari bahan dan tenaga," kata Nyanjang, Rabu (18/12).

Hal tersebut dibenarkan oleh Ustadz Dodi Fadillah (41), benar kondisi rumahnya sangat memperihatinkan, dengan kondisi yang seperti itu, jelas pasutri Halimi dan Mariah sangat membutuhkan berbagai bantuan.

"Ada lah sekitar satu tahunan, warga bersama-sama membangun rumah itu, meskipun hanya dengan seala kadarnya, tapi hal itu membuktikan rasa kepedulian terhadap sesama," ujarnya.

Lanjutnya, mungkin karena keterbatasan ekonomi, yang hanya menjadi buruh tani dan kuli serabutan, berpenghasilan seadanya, pasutri ini tak bisa membangun rumah.

"Intinya, mewakili keluarga pasutri tersebut, saya memohon dan meminta kerendahan hati para dermawan ataupun pemerintah, untuk membantu pasutri tersebut, sehingga bisa menikmati masa lansianya dengan layak," harap ustadz Dodi Fadillah.

Editor : SR.
Laporan : Kontributor.

Hijrah Gaya Gen Z & Gen Alpha: Nggak Ketinggalan Zaman, Tetap Dalam Iman

Dulu kita mengenal hijrah sebagai pindahnya Rasulullah dari Makkah ke Madinah, namun berbeda dengan hari ini dimana hijrah punya...